First Experience
| di 00.17





| di 17.40
Terkadang yang namany manusia tidak pernah mau mngeakui kesalahannya sendiri meskipun jika difikir logika dia salah tapi dalam hal ini bukan logika yang banyak berperan tapi nafsu
sehingga ketika hati kecilnya berbicara bahwa diapun melakukuan kesalahan dia malaha melemparkan kesalahan itu pada orang lain.
dalam hal ini ketika kita berselisih faham dengan orang tua suatu waktu kita selalu merasa bahwa diri kita benar dan mereka yang salah / gara2 mereka pada kahirnya situasi dan keadaanya bisa menjadi seprti ini ...
itu cukup membuat rumit dalam fikiran karena kita sulit untuk berkata jujur ....
disaatkeadaan rumah tiba2 berubah dikarenakan masalah ekonomi d sana peran ibu yang sangat dominan dal hal ini karena dia adalaha manager RT(Rumah Tangga) sehingga semua pun ikut uring2an
apapun selalu salah d mata s ibu....
itu menyebalkan sekali PASTI.................
namun d saat s ibu punya keinginan terhadap kita bisa langsung berubah 78' dari kondisi awal
tp ketika sudah tercapai dia bisa berubah lagi menjelma menjadi bank monster d siang bolong......
tapi pada hakikatnya manusia itu sama tidak ada manusia yang suci bebas dari dosa dan kekurangan seperti halnya Rosulullah SAW
dan itulah yang saya dapat pagi hari ini jujur saja itu sangat menyebalkan rasanya itu karena sang ibu yang salah namun ketika kita bisa berfikir jernih tenttu saja semua akan ada jawabannya dan jalan kelur bisa d temukan meskipun belum semuanya ...........
| di 18.38
Di sini saya ingin memeperkenalkan beberapa koleksi kelinci yang saya jual






| di 23.08

Keunikan negara Jepang
1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara.
2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).
3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).
4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).
5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/ cap. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.
6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.
7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.
8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.
9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.
10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”.... dengan jari tangannya ? Kalau agan-agan perhatiin, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Kalo nggak percaya, coba deh… jikken dengan teman Jepang anda.
11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.
12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita ga langsung naik.
13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir2an bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapin duit buat bayar sendiri-sendiri.
14. Nganter jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalo mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.
15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : “Gue maen ke rumah lu ya”. Karena itu dianggap ga sopan. Ke rumahnya cuma kalo udah diijinin.
16. “Aishiteru” yang berarti aku cinta kamu, jarang dipake sama orang pacaran, kecuali kalo mereka bener-bener udah mau nikah. Biasanya mereka make “Daisuke desu” buat ngungkapin kalo mereka sayang sama pacarnya.
17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu ngecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalo ada orang bawa payung, pasti kita bakal liat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.
18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, ga ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi ga menarik lagi.
19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita ngejual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalo mau naro barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih milih ninggalin TV bekas mereka gitu aja kalo mo pindah apartemen.
20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, ga ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, ngerokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal ga ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalo mereka ngelanggar peraturan juga ga akan celaka.
21. Mereka ga percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju. Entahlah...
| di 00.08
terkadang selalu ada tanya di dalam hati kenapa hari itu selalu tak senyaman hari yang kmarin pasti saja,selalu ada hal yang tak menyenangkan tiba....memeng orabg mengatakan benar jika hidup tak selamanya ada di tas ada kalanya kita hrus merasakan hidup di bawah karena roda kehidupan memang roda kehidupan akan terus selalu berputar yang sellalu siap untuk memeutarbalikan keadaan kita setiap saat tanpa pandang bulu,sekalipun harus di putar 360* dia pasti akan langsung memutarnya....
ya... kau setuju dengan itu semua karena memang benar adanya walaupun hati mungkin menolak tapi mau gimanpun itu pasti terjadi.....
yang jadi masalahnya bagimana caranya mengatasi hal saat merasakan perbedaan kehidupan yang sampe 360* berbeda banggget.....???
emang bikin bingung cichhh.......!!!!
tapi orang pernah bilang semua itu adalah ujian untuk mendewasakan kita.....yang jadi patokannya untuk problem tadi..... semua yang ALLAH ciptakan gak ada yang sia-sia.....
ALLAH gak akan ngasih ujian buat makhluknya kalo makhluknya gak bisa ngerjain ujian itu /melempaui bats kesanggupan hambanya......
